Gowes

Begitulah kalo orang-orang jaman sekarang bilang. Kalau menggunakan bahasa Indonesia yang benar maka menjadi bersepeda. Sekarang ini banyak orang-orang yang gowes ke kantor (Bike to Work) atau ke sekolah (Bike to School). Selain sehat, bersepeda juga mengurangi polusi udara. Pada saat mengayuh, otot tungkai, lengan, perut, serta punggung bergerak. Organ penting seperti jantung dan paru-paru menjadi terbiasa kerja jika gowes dilakukan secara rutin. Dengan demikian, badan sehat, lingkungan pun sehat \(‘-‘\) (/’-‘)/

Berikut beberapa manfaat bersepeda:

1. Jantung sehat
Minimal bersepeda 15 menit setiap hari, maka kerja jantung dan pernafasan akan lebih kuat dan baik.
2. Berat badan ideal
Bersepeda dapat membakar kalori yang dihasilkan oleh makanan yang dikonsumsi. Kalori yang dibakar menjadi keringat dan tidak akan menumpuk menjadi lemak dalam tubuh.
3. Perasaan senang
Bersepeda santai pada pagi hari yang cerah akan mengurangi rasa penat dan stres sehingga mood kita menjadi lebih baik karena sambil menikmati pemandangan alam dan menghirup udara segar.

Bagaimana bersepeda yang aman? monggo dibaca:

1. Atur posisi sadel (tempat duduk)
Saat posisi sadel di bawah, tungkai harus menekuk sedikit agar tidak membebani lutut.
2. Atur posisi setang sepeda
Pada saat tangan memegang setang, usahakan posisi siku sedikit menekuk, punggung dalam keadaan santai/nyaman (tidak terlalu tegak, tidak terlalu condong ke depan) untuk menghindari cedera punggung.
3. Hindari menggenggam pegangan setang terlalu keras agar peredaran darah di daerah tangan dan lengan tidak terganggu.
4. Gunakan pakaian yang menyerap keringat.
5. Gunakan alas kaki (jangan ngeker._.)
Jika jaraknya dekat, monggo gunakan sandal. Jika jaraknya jauh, lebih baik gunakan sepatu untuk menghindari cedera kaki.
6. (Sebaiknya) menggunakan helm dan pelindung siku serta pengaman lutut agar aman bila jatuh (It’s more better guys.). Kalo saya pribadi sih gak pernah._.v
7. Usahakan membawa air minum agar tidak dehidrasi.
Semoga apa yang saya tulis barusan dapat bermanfaat. Semangat gowes! ‘-‘)9

(Girls)

Teka Teki Silang Pak Arthur

Pasti kalian semua gak asing sama permainan yang satu ini. Yap, teka-teki silang atau biasa disebut TTS. Permainan ini sering muncul di berbagai media cetak salah satunya Koran Kompas (Minggu). Tapi jika kalian ingin versi onlinenya, dapat dicoba di Teka Teki Silang Online dan TTS Mania.  Menurut penelitian medis, rajin mengisi TTS dapat meningkatkan fungsi kerja otak dan mencegah pikun. Terkadang saya suka keduluan eyang saya jika ingin mengisi TTS di Kompas hari Minggu. Tapi tidak jarang juga kami isi bareng-bareng. Rasanya itu seneeeeng banget kalo misalkan kita bisa menjawab sebagian besar pertanyaan.

Thanks for Arthur Wynne! Dialah yang orang pertama yang membuat TTS (Crossword Puzzle). Jadi begini ceritanya. Monggo disimak.

Arthur bekerja di koran New York World. Suatu hari, pimpinannya meminta dia untuk membuat permainan tertulis yang akan dimuat di koran. Pimpinannya itu ingin permainan yang seru, menarik, dan diminati banya orang. Arthur berpikir keras. Ia mulai mencoba-coba. Ia pun teringat permainan tebak kata masa kecilnya yaitu  Magic Squares. Berdasarkan permainan itu, ia membuat sesuatu yang baru dan berbeda.
Arthur mulai membuat kotak-kotak di kertas dan mengisinya dengan kata-kata yang saling berhubungan. Lalu ia membuat pertanyaan atas kata-kata yang disusunnya. Kata-kata yang ia susun di kotak dihapus dan ia mencoba mengisi kembali kotak-kotak itu dengan membaca pertanyaan. Dan inilah bentuknya:

Pada 21 Desember 1913, untuk pertama kalinya TTS dimuat di koran New York World dengan bentuk belah ketupat. Peminatnya sangat banyak. Hanya dalam waktu singkat, karya Arthur ini diikuti koran lain. Beberapa tahun kemudian, TTS-TTS karya Arthur dibukukan.

Jadi begitu ceritanya. Tertarik dengan TTS?

(Sumber: Majalah Kreatif  No. 05/2010)

Payung ☂

Payung, ternyata bukan cuma berfungsi sebagai pelindung saat hujan. Tapi di masa lampau, payung merupakan lambang status sosial seseorang. Berasal dari kata Yunani “umbra” yang artinya bayangan, payung menjadi benda istimewa karena fungsinya yang selalu bergeser, seiring berjalannya waktu.


Sekitar 3500 tahun yang lalu, payung mulai dikenal dalam bentuk yang sederhana di Tiongkok, Cina. Payung, pada masa itu, selain digunakan sebagai pelindung panas dan hujan, juga digunakan sebagai atribut upacara kenegaraan. Selain di Cina, penggunaan payung juga ditemukan di daerah lain, seperti Mesir, Syria, dan Yunani, yang dibuktikan lewat artefak dan karya seni kuno.

Seiring berjalannya waktu dan kencangnya arus pertukaran budaya dengan negara asing, penggunaan payung menjelajah wilayah Eropa. Uniknya, di daerah ini, payung juga digunakan atribut fashion, selain sebagai pelindung. Para raja Perancis dan Inggris, menggunakan payung dalam pesta dan upacara penikahan. Peran payung pun naik pangkat, yaitu untuk melindungi raja dan jenazah yang akan dimakamkan.

Masih di Eropa, payung dianggap sebagai aksesori yang hanya cocok untuk kaum perempuan. Beruntung, seorang pengembara dan penulis pria bernama Jonas Hanway, mempergunakan payung di depan masyarakat umum Inggris. Awalnya, ia sempat diolok-olok oleh masyarakat setempat karena tindakannya ini. Namun, makin banyak pria yang terpengaruh kebiasaannya memakai payung dan payung pun semakin populer. Bahkan, para laki-laki menggunakan sebutan “hanway” yang berasal dari nama belakang Jonas, untuk menyebut payung. Hingga di tahun 1830, toko payung pertama, James Smith and Sons, berdiri di kota Inggris. Toko ini bisa ditemui di 53 New Oxford Street, London dan masih berdiri hingga hari ini. Muthia – Foto: Istimewa

(gadis.co.id)